JAKARTA – Gugus Tugas Nasional mendorong berbagai pihak yang disatukan dalam pentaheliks untuk mempercepat penanganan COVID-19. Kolaborasi para peneliti sangat penting untuk akselerasi baik dalam upaya pencegahan dan pengobatan penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2.

Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol. Bambang Sunarwibowo menyampaikan bahwa perkembangan jumlah korban COVID-19 masih terus berjalan. BIN bersama lembaga penelitian, salah satunya Universitas Airlangga (Unair), dan Gugus Tugas terus berupaya untuk menemukan upaya kuratif COVID-19.

Ia menyampaikan di Media Center Gugus Tugas, Jakarta, pada Jumat (12/6) bahwa Unair menemukan efektivitas kombinasi obat untuk penyembuhan pasien COVID-19. Unair juga melakukan penelitian mengenai jenis stem cell untuk upaya pencegahan dan pengobatan.

“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan selama ini, terutama dengan pihak Gugus Tugas dan peneliti riset Unair saat ini bisa membantu dan bermanfaat bagi kita semua,” ujar Bambang.

Pandemi ini tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan tetapi juga ekonomi dan sosial-budaya. Situasi ini masih terus terjadi juga di negara-negara lain sehingga langkah cepat dan komprehensif sangat dibutuhkan untuk penanganannya.

Ia mengatakan bahwa seluruh pihak harus bergerak dan dukungan masyarakat sangat penting sekali di tengah pandemi COVID-19.

“Mari kita berusaha untuk mendukung apa yang telah dilakukan secara konkret oleh Gugus Tugas Nasional,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa semua pihak harus berusaha mempercepat pemutusan mata rantai perkembangan dari COVID-19.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Prof. Ari Fahrial Syam menyampaikan seluruh peneliti terus bekerja sama dan bahu membahu untuk mencari solusi yang terbaik bagi penanganan COVID-19, khususnya baik untuk pencegahan dan pengobatan.

Sementara itu, BIN telah melakukan tes massal di beberapa daerah episentrum sehingga upaya pengobatan kepada mereka yang terpapar segera diobati dan pencegahan penularan virus dapat dilakukan sedini mungkin.

Pihaknya telah melakukan pengujian melalui rapid test pada lebih dari 26.000 warga dari 29 Mei hingga 11 Juni 2020 lalu. Dari jumlah tersebut, 2.629 hasil tes menunjukkan reaktif. Langkah selanjutnya dengan uji swab dan RT PCR terdapat 960 orang yang positif COVID-19. Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran COVID-19 belum mengalami penurunan yang signifikan.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian