Kamis, 16 Januari 2020 Kepala DPPKBPMD Kabupaten Bantul ibu Dra. Sri Nuryanti, M.Si dalam hal ini diwakili oleh kepala Bidang PMD Bapak Pambudi Arifin R, SIP beserta Kasi Pengembangan kelembagaan masyarakat dan desa Ibu Ery Murniasih, SIP melaksanakan rapat koordinasi kader pembangunan manusia (KPM) se Kabupaten Bantul.

Bertempat di aula gedung pertemuan pemda II, kegiatan ini dihadiri oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM), TA PSD Bapak Machrus Hanafi, S.Ag. TA PMD Bapak Kuwantana, Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) DIY Bapak Lilik Budi H. Rakor dibuka oleh kepala bidang PMD. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pemerintah sangat memperhatikan masalah kesehatan termasuk masalah stunting yang menjadi isu umum. Diharapkan untuk mengawali kegiatan tahun 2020 ini baik di pemerintah kecamatan maupun desa mendukung kegiatan yang berkaitan dengan masalah kesehatan yang menjadi prioritas yakni konvergensi penanganan stunting dan mohon dianggarkan dalam APBDes.  Dalam pelaksanaan kegiatan di desa peran KPM sangatlah penting dan strategis untuk membantu kegiatan-kegiatan di desa yang berkaitan dengan kesehatan terutama dalam penanaganan pencegahan stunting tersebut

Disampaikan oleh TA PSD Bapak Machrus Hanafi, S.Ag bahwa KPM dikukuhkan dengan SK Lurah Desa dan peran KPM ini menjadi garda terdepan dalam rangka pembangunan manusia di bidang kesehatan. Terkait dengan konvergensi penanganan sunting dan sebagai syarat pencairan dana desa, desa wajib melaporkan kegiatan penanganan stunting pada tahun sebelumnya yang wajib dilaporkan dalam tiga bulan sekali sesuai dengan form score card.

Disampaikan oleh Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) DIY Bapak Lilik Budi H bahwa konvergensi pencegahan stunting menjadi isu utama, sehingga diharapkan kita tidak sebatas membangun desa dengan pembangunan-pembangunan fisik tetapi juga pembangunan manusianya misal  dengan peningkatan kapasitas KPM, pelatihan-pelatihan dll, sehingga fungsi pendamping kecamatan dan KPM sangatlah penting dalam peningkatan pembangunan. Terkait dengan aplikasi untuk pembuatan laporan, rencana pada tahun 2021 desa akan mendapatkan aplikasi e-HDW

Disampaikan pula oleh TA PMD Bapak Kuwatana bahwa, jika dalam mencari data dan pengisian score card masih banyak kesulitan dimohon kepada KPM untuk meminta bantuan kader Posyandu yang berada di desa untuk mengisi kegiatan Posyandu setiap bulannya dan KPM tinggal merekap, dan rencana Kabupaten Bantul akan mengadopsi score card dari Kabupaten Kulon Progo yang sudah dipermudah dalam pengisiannya

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian