Tubektomi adalah salah satu metode sterilisasi pada wanita, yaitu pencegahan kehamilan yang sifatnya permanen. Biasanya,  tindakan ini diambil oleh wanita yang sudah memiliki lebih dari tiga anak, berusia di atas 30 tahun, atau tidak menginginkan keturunan lagi. Sterilisasi juga kerap menjadi pilihan bagi mereka yang kehamilannya berisiko tinggi.

Mengingat sifatnya yang permanen, tubektomi tidak seperti pil KB atau spiral yang bisa dihentikan kapan pun ketika Anda memutuskan untuk hamil. Cara kerja KB steril tubektomi adalah dengan memotong atau mengikat saluran tuba falopi.

Dengan demikian, sel telur pun tidak akan bisa menemukan jalan menuju rahim. Sel sperma juga tak akan bisa mencapai tuba falopi dan membuahi sel telur. Tindakan tersebut berfungsi untuk mencegah pembuahan dan kehamilan.

Sebagai KB steril yang bersifat permanen, kemampuan tubektomi dalam mencegah kehamilan mencapai 99,9%. Artinya, dari setiap 100 wanita yang menjalani prosedur tubektomi, ada satu atau kurang dari satu orang wanita yang hamil.

Metode tubektomi ini memang dikenal lebih efektif karena dapat melindungi Anda dari kehamilan seumur hidup tanpa Anda harus menggunakan alat kontrasepsi cadangan atau melakukan rutinitas minum obat seperti saat Anda menggunakan pil KB.

Ini berarti tubektomi atau steril kandungan merupakan metode kontrasepsi yang sangat ampuh dalam mencegah kehamilan, meskipun tidak bisa menjamin sebesar 100 persen. Namun, tubektomi tidak bisa melindungi Anda dan pasangan dari penyakit kelamin.

Maka, penggunaan alat kontrasepsi yang bisa melindungi Anda dari penyakit kelamin seperti kondom laki-laki dan kondom wanita tetap dibutuhkan ketika berhubungan seks. Tujuannya memang bukan untuk mencegah kehamilan, tapi untuk mencegah penularan penyakit kelamin. 

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan